Apartement, Rumah, Bisnis, Keuangan, cheap small business phone service, online phone service for business, business phone service, internet phone service for business, business internet service, small business phone service providers, internet phone service for small business, small business phone service, small business internet, business to business service companies
thumbnail

Tragedi Suami Minum 1 Obat sebelum Berhubungan Badan, Istri Hampir Meninggal, Dokter Syok Kuak Fakta

Tragedi Suami Minum 1 Obat sebelum Berhubungan Badan, Istri Hampir Meninggal, Dokter Syok Kuak Fakta

 



Minum satu obat sebelum berhubungan badan, pria ini nyaris bikin istrinya meninggal dunia.

Dokter syok saat periksa kondisi wanita dalam kisah yang viral ini.

Pasalnya, kondisi si wanita berbeda dari apa yang ia pikirkan sebelumnya.


Peristiwa ini dialami seorang wanita berusia 46 tahun.

Melansir Independent pada 2019 lalu, kasus ini diterbitkan dalam American Journal of Medicine dengan judul "Hampir dibunuh oleh cinta: A Cautionary Coital Tale."

Dikutip dari Intisari ( grup TribunJatim.com ), dalam jurnal tersebut wanita dari Baltimore Amerika Serikat menderita alergi terhadap air mani suaminya. 

Ternyata wanita ini sebenarnya juga menderita reaksi anafilaksis terhadap antibiotik.

Reaksi anafilaksis pada dasarnya adalah reaksi alergi yang sangat serius yang berkembang sangat cepat dan dengan cepat bisa menyebabkan kematian.

Penyebab awalnya ternyata adalah suaminya minum antibiotik sebelum berhubungan badan.

Menyebabkan air mani suaminya terkonsentrasi dengan nafcillin yang memicu reaksi alergi dari wanita itu. 

Tak lama setelah berhubungan badan, wanita itu mulai mengalami pusing, diare, tangan dan kaki gatal serta berkeringat parah.

Dia segera dibawa ke rumah sakit untuk perawatan di mana dokter mengira dia menderita sepsis karena tekanan darahnya rendah.

Kemudian dia diberi infus dan antibiotik.

Namun, setelah melakukan pemeriksaan lanjutan, dokter syok.

Pasalnya, hasil tes menunjukkan wanita ini syok anafilaksis.
 

Wanita itu memiliki riwayat alergi penisilin sejak kecil dan diketahui bahwa suaminya mencoba mengobati infeksi bakteri dengan antibiotik yang disebut nafcilling dan mengandung penisillin.

Setelah perawatan, tekanan darahnya mulai normal dan kondisinya mulai membaik.

Wanita itu keluar dari rumah sakit dan diberitahu untuk tidak melakukan hubungan intim dengan suaminya setidaknya setelah 1 minggu dia minum antibiotik.

Penulis laporan mengatakan bahwa tulisan ini adalah ketiga kalinya mendapat penolakan tersebut untuk mendokumentasikan dalam jurnal medis.

Tetapi mereka kemudian menyarankannya menulis resep untuk "mempertimbangkan bahaya reaksi alergi dan efek samping yang merugikan, tidak hanya untuk pasien tetapi juga untuk keluarga pasien." 

Miris Nasib Pengantin Wanita Cicipi Malam Pertama, Suami Pingsan Lalu Tewas, Rumah Tangga 'Lenyap'

Belum sempat cicipi malam pertama yang begitu dinanti, kedua pasangan ini harus menghadapi petaka.

Dilansir Sosok.ID dari Feddytv.com via Gridhot.ID, Minggu (12/7/2020), pasangan pengantin ini bernama Khue dan Hung.

Pernikahan ini adalah momen yang paling membahagiakan bagi Khue dan Hung.

Pasalnya, setelah 9 tahun berpacaran, pasangan asal China ini akhirnya bisa mengesahkan cinta mereka dalam ikatan pernikahan.
 

Kendati hubungan asmaranya selama 9 tahun mengalami pasang surut, Khue dan Hung tidak menyerah begitu saja.

Keduanya bahkan tetap saling mendukung satu sama lain ketika keterpurukan karier menghajar kehidupan.

Setelah keduanya merasa cukup baik dalam hal materi dan rohani, mereka menikah.

Resepsi pernikahan digelar dengan meriah dengan ratusan tamu undangan.

Akhirnya petang pun tiba, Khue dan Hung akan menjalani malam pertama yang ditunggu-tunggu semua pasangan pengantin baru.

Dari sinilah kebahagiaan berubah menjadi mimpi buruk. 

Mengutip Gridhot.ID, baru mau memulai prosesi malam pertama, sang suami, Hung tiba-tiba saja berteriak kesakitan.

Menjerit begitu keras merasakan rasa sakit yang tak tertahankan, Hung kemudian pingsan tak sadarkan diri.

Sang istri, Khue kebingungan melihat suaminya menjerit hingga pingsan.

Tak tahu apa yang harus ia perbuat, Khue lantas kelabakan berlari keluar dari kamar pengantinnya, meminta bantuan.

"Tolong! Hung pingsan," teriak Khue. 

Keluarga segera berlarian ke kamar pengantin dan langsung mengevakuasi Hung ke rumah sakit.

Dokter yang memeriksa Hung kemudian mengatakan bahwa suami Khue terkena kanker perut stadium akhir.

Keluarga begitu terkejut mendengar fakta tersebut, namun Khue sudah mengetahuinya dari jauh-jauh hari.

Itu sebabnya Khue bersedia menikah Hung, lantaran ia ingin memberikan kebahagiaan untuknya.

Belum sempat Khue mengatakan cinta kepada sang suami, Hung sudah keburu dijemput ajal.

Pada akhirnya, nasib sang pengantin wanita atau istri menjadi miris, belum sempat menjalani pernikahan kini dirinya harus kehilangan pernikahan tersebut selama-lamanya.

Artikel ini telah tayang di Intisari dengan judul Hanya Berhubungan Badan Tapi Nyawa Nyaris Melayang, Seorang Istri Nyaris Meninggal Gegara Berhubungan Intim, Pemicunya Suami Lakukan Hal Sepele Ini Sebelum Berhubungan dan Miris Nasib Pengantin Wanita Cicipi Malam Pertama, Suami Pingsan Lalu Tewas, Rumah Tangga 'Lenyap'.


thumbnail

Warga Lebak Dibawa ke Kantor Polisi, Unggah Video Jalan Rusak

Warga Lebak Dibawa ke Kantor Polisi, Unggah Video Jalan Rusak

Warga Lebak Dibawa ke Kantor Polisi, Unggah Video Jalan Rusak

 


Seorang pria warga Kecamatan Cihara, Kabupaten Lebak, Banten dibawa ke kantor polisi setelah mengunggah video ibu hamil ditandu karena jalan rusak di desanya.

Postingan tersebut diunggah di media sosial Facebook oleh akun Badry Aldiansyah yang kemudian viral.

Rinaldi, kakak ipar pemilik akun tersebut mengatakan, adik iparnya dibawa ke kantor polisi pada Selasa (3/11/2020) malam.

"Sekitar jam 20.00 adik saya dibawa ke Balai Desa Barunai, dikawal RT, ada polisi juga, lalu dibawa ke kantor polisi. Di balai desa kepala desa bilang alasannya diamankan takut diamuk massa," kata Rinaldi dihubungi melalui sambungan telepon, Rabu (4/11/2020). 

Keluhan soal jalan rusak Rinaldi mengatakan, tidak melihat ada tanda-tanda masyarakat yang marah karena postingan yang dibuat oleh adik iparnya.

Justru kata dia, malah banyak masyarakat yang mendukung karena sejak dahulu mengeluh jalan di desanya rusak.

Status yang dibuat oleh adik iparnya, kata Rinaldi, berisi keluhan soal jalan rusak hingga ibu hamil yang hendak melahirkan saja harus ditandu menggunakan bambu dan sarung.

Saat ini Rinaldi mengatakan, adik iparnya kini berada di Polsek Panggarangan.

Pihaknya sedang mengupayakan untuk membawa pulang yang bersangkutan. 

Takut diamuk massa

Sementara Kapolsek Panggarangan, AKP Rohidi mengatakan, pemilik akun Badry Aldiansyah dititipkan di kantor polsek oleh kepala desa lantaran khawatir diamuk massa.

"Bukan diamankan, tapi dilindungi agar tidak terjadi kesalahpahaman antara pihak warga yang pro ke kepala desa dengan pihak yang sebaliknya," kata AKP Rohidi dihubungi Kompas.com melalui sambungan telepon.

Rohidi mengatakan saat ini sudah dilakukan musyawarah antara pihak desa dan keluarga pemilik akun Badry Aldiansyah.
Rencananya, yang bersangkutan akan dipulangkan pada Rabu sore ini.

"Masyarakat sekarang sudah reda, sudah kondusif aman," kata dia.

Penjelasan pihak desa Lihat Foto Tangkap layar status yang dibuat oleh akun Facebook Badry Aldiansyah mengenai ibu hamil yang ditandu karena jalan rusak. 

Sekretaris Desa Barunai, Kecamatan Cihara, Deden Budiman mengaku tidak tahu jika pemilik akun Badry Aldiansyah dibawa ke kantor polisi.

Namun demikian, kata dia video yang diposting di akun Facebooknya, benar demikian.
"Kalau masalah ditandu memang kondisinya seperti itu, kalai pakai mobil enggak memungkinkan, sebelumnya memang habis longsor," kata Deden dikonfirmasi.

Dia mengatakan, Ibu hamil yang ditandu tersebut benama Tiyah warga Kampung Bitung, Desa Barunai, Kecamatan Cihara.

Peristiwa tersebut, kata dia, terjadi pada minggu lalu.

"Ditandu kurang lebih tiga kilometer sama warga. Ditandu hingga ke area Kantor Desa, setelah itu dibawa pakai mobil ke rumah sakit," kata dia.

Menurut Deden, Tiyah sudah melahirkan bayinya dengan selamat di RSUD Malingping. Baca berikutnya

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Unggah Video Jalan Rusak di Desanya, Warga Lebak Dibawa ke Kantor Polisi"


thumbnail

Gantung Diri, Gadis 17 Tahun Tinggalkan Mantan Pacar Surat: Jika Hubungan Berakhir Maka Hidupku Juga

Gantung Diri, Gadis 17 Tahun Tinggalkan Mantan Pacar Surat: Jika Hubungan Berakhir Maka Hidupku Juga

Gantung Diri, Gadis 17 Tahun Tinggalkan Mantan Pacar Surat: Jika Hubungan Berakhir Maka Hidupku Juga


2 hari setelah putus cinta, seorang gadis berusia belasan tahun ditemukan tewas gantung diri.

Jasad FS (17) ditemukan tergantung di depan Kantor Pusat Universitas Kristen Indonesia (UKI) Toraja, Makale, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan, Rabu (4/11/2020) pagi.

FS diketahui meninggalkan sebuah surat berisi pesan terakhirnya kepada mantan pacar.

Jenazah FS (17) yang ditemukan tewas gantung diri di depan kantor pusat UKI Toraja saat berada di RSUD Lakipadada, Tana Toraja, Rabu (4/11/2020). (TRIBUN-TIMUR.COM/TOMMY PASERU)
 
Dikutip dari TribunToraja.com, korban awalnya menyatakan rasa terimakasihnya kepada sang mantan kekasih lewat surat tersebut.

Ia juga mengungkit janji masa lalunya kepada korban.

Pada surat yang ditulis oleh korban kepada mantan pacarnya, korban mengatakan ia akan mengakhiri hidupnya apabila hubungannya dengan sang mantan kekasih berakhir.

Berikut isi surat yang ditulis oleh korban kepada mantan pacarnya.

"Terimakasih atas semuanya, semua yang t'lah kamu berikan terhadap aku,"

"Ini janjiku dulu, kalau aku akan mencintaimu sampai aku mati,"

"Dan hubungan ini saya samakan dgn hidup saya,"

"Jika hubungan ini berakhir maka hidupku pun juga berakhir,"

"Demi Tuhan aku berjanji aku tidak akan menggangu kamu lagi, ini akhir pertemuan kita,"

"Berjanjilah jangan tangisi kepergianku. Aku mencintaimu I LOVE YOU," tulis korban.

Baru 2 Hari Putus Cinta

Kasat Reskrim Polres Tana Toraja, AKP John Paerunan menduga FS nekat gantung diri karena mengalami stres.

Korban diketahui baru saja putus dengan pacarnya dua hari sebelum gantung diri.

Pacar korban berinisial A kini telah diamankan oleh pihak kepolisian untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

"Antara korban dan mantan pacarnya pada dua hari yang lalu putus dan diduga korban stres sehingga memilih gantung diri," jelasnya.

Sedangkan jenazah FS telah dibawa ke RSUD Lakipadada, Tana Toraja. 



Curhat Keluhan ke Orangtua

Selain menulis pesan kepada mantan kekasihnya, korban juga diketahui mengirim pesan kepada orangtuanya.

pesan yang ditinggalkan oleh korban, ditulis dalam sebuah buku, yang mana juga terdapat pesan terakhir kepada mantan pacarnya.

Isi pesan terakhir korban, terdiri dari permintaan maaf.

Selain itu, korban juga mengutarakan isi hatinya yang merasa kesulitan menghadapi masalah dalam hidupnya.

Pada surat itu ia juga menyampaikan penyesalannya telah mengambil pilihan yang buruk.

Berikut isi surat korban kepada orangtuanya.

"Saya minta maaf jika saya belum bisa membahagiakan kalian berdua, maafkan saya yang telah membuat kalian kecewa,"

"Sungguh semakin hari aku semakin muak menghadapi semua masalah dalam hidupku,"

"Ibu, Bapak, maafkan aku yang telah memilih jalan yang salah,"

"Terimakasih yang telah menjadi orangtua yang baik dalam hidupku, aku sayang kalian semua,"

"Doakan aku semoga aku bisa berjumpa mama dan papa dan saudaraku kelak nanti. I LOVE YOU," tulis korban di dalam bukunya. 

Jasad korban pertama kali ditemukan oleh saksi Lusiana (22).

Ketika pertama kali ditemukan, jasad korban tergantung, dengan leher terikat dasi SMA di sebuah pohon jambu.

Lusiana mengaku saat ia hendak pergi ke Pasar Makale sekira pukul 06.00 Wita, dirinya menemukan jasad korban.

Saksi sempat kaget, dan kemudian berteriak meminta tolong warga setempat.

Temuan tersebut selanjutnya disampaikan ke pihak kepolisian.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan menginspirasi tindakan bunuh diri.

Pembaca yang merasa memerlukan layanan konsultasi masalah kejiwaan, terlebih pernah terbersit keinginan melakukan percobaan bunuh diri, jangan ragu bercerita, konsultasi atau memeriksakan diri ke psikiater di rumah sakit yang memiliki fasilitas layanan kesehatan jiwa.

Jangan menyerah dan memutuskan mengakhiri hidup. Anda tidak sendiri.

Berbagai saluran telah tersedia bagi pembaca untuk menghindari tindakan bunuh diri, satu di antaranya, Anda bisa simak website Into the Light Indonesia di bawah ini:

>>https://www.intothelightid.org/tentang-bunuh-diri/hotline-dan-konseling/

(TribunWow.com/Anung)


thumbnail

VIRAL Pengantin di Lombok Nikah Mas Kawin Seekor Ayam Panggang, Emas & Uang Ditolak: Kondisi Suami

VIRAL Pengantin di Lombok Nikah Mas Kawin Seekor Ayam Panggang, Emas & Uang Ditolak: Kondisi Suami

VIRAL Pengantin di Lombok Nikah Mas Kawin Seekor Ayam Panggang, Emas & Uang Ditolak: Kondisi Suami

 

Pernikahan yang dilakukan sepasang pengantin di Lombok sedang menjadi perhatian.

Hal itu karena sepasang pengantin di Lombok menikah dengan mas kawin unik.

Bukan emas atau uang atau harta lain, hanya seekor ayam panggang.

Ada alasan tersendiri yang dirasakan kedua pasangan sebelum akhirnya memilih mas kawin tersebut.

Semua berawal dari pengantin wanita yang reaksinya sedang disoroti. Seorang pengantin wanita diberi mas kawin berupa seekor ayam panggang tetap setuju dan rela menjadi istri sang pengantin pria.

Pengantin wanita diberi mas kawin berupa seekor ayam panggang terjadi di Lombok Timur.

Ayam yang dibeli tersebut seharag Rp 150 ribu.

Si pengantin wanita ternyata tak mau diberi emas ataupun uang.

Seperti dikutip dari penelusuran TribunLombok.com ( Grup TribunJatim.com ), pernikahan pasangan pengantin Samsul Hadi (23) dan Nurhayati (24), di Desa Gunung Rajak, Kecamatan Sakra Barat, Kabupaten Lombok Timur itu mengundang perhatian warga. Ilustrasi pernikahan yang nyaris batal karena didatangi istri sah (Tribunnews.com)

Pernikahan Samsul dan Nurhayati berlangsung Senin (2/11/2020).

Gambar-gambar pernikahan dengan mas kawin ayam panggang itu pun beredar di media sosial.

Salah satunya akun Facebook milik Daus Iya, dia membagikan gambar-gambar pernikahan itu.

Beragam tanggapan warga atas pernikahan itu. Ilustrasi (Pixabay)

Ada yang mendukung ada pula yang mencibir.

Kepala Desa Gunung Rajak Lalu Samsul Jamhari yang dikonfirmasi membenarkan prihal pernikahan itu.

"Maskawinnya memang hanya ayam panggang," kata Jamhari, yang dihubungi via telpon, Rabu (4/11/2020).

Jamhari yang juga hadir dalam acara pernikahan itu mengaku kaget.

Ia saat itu terkejut mendengar ijab kabul yang menyebut mas kawin ayam panggang.

"Saya sempat protes saat ijab kabul, apa benar mas kawinnya ayam panggang?" katanya heran.

Namun akhirnya ia diberikan penjelasan bahwa benar maskawinnya memang hanya seekor ayam panggang.

"Ayam itu dibeli seharga Rp 150 ribu," katanya.
 

Setelah ditelusuri, sang mempelai perempuan memang tidak mau diberikan mas kawin mewah-mewah.

"Dikasih emas atau uang dia katanya tidak mau," ungkap sang kades.

Nurhayati, mempelai perempuan berasal dari Desa Sukaraja, Lombok Timur.

Tapi kedua orang tuanya tinggal di Kabupaten Dompu.

Nurhayati memang tidak mau membuat susah suami dan keluarganya.

"Dia minta maskawin hanya ayam karena melihat kondisi sang suami orang tidak punya," katanya.

Dengan alasan itu warga akhirnya bisa menerima dan memahami.

"Tapi tanggapan warga beragam, ada yang setuju dan ada yang tidak," kata Jamhari.  

Mas Kawin pernikahan memang menjadi hal yang kerap kali viral ketika dibicarakan.

Di Indonesia sendiri tidak jarang kisah pasangan pengantin menikah dengan mas kawin yang sangat sederhana.

Contoh lain misalnya, seorang YouTuber yang sempat viral karena memberikan mas kawin berupa sandal jepit.

Kala itu, pernikahannya pun disoroti dan penuh pro serta kontra di baliknya.

Sama-sama warga asal Lombok, Firman Wahyudi (24) alias Yudi dan Helmi Susanti (20), warga Lombok Tengah kala itu menjadi perbincangan hangat. Video seorang pria Lombok menikahi kekasihnya dengan mas kawin segelas air putih dan sandal jepit viral di media sosial. (Facebook/Inaq Icok Sasak)

Video pernikahan keduanya yang viral diunggah oleh akun Facebook Inaq Icok Sasak.

Dalam unggahannya ditulis keterangan "Viral di Lombok Menikah dengan Mas kawin Sandal Jepit dan Segelas Air Putih Semoga menjadi Keluarga SAMAWA dan Langgeng Sampai Kakek Nenek Bantu Support".

Dalam video itu terlihat prosesi ijab kabul antara keduanya yang berlangsung di dalam sebuah rumah.

Pengantin pria tersebut mengenakan kemeja putih dan juga peci hitam.

Sedangkan pengantin perempuan mengenakan jilbab pink.

"Aku kawin kamu kanca Helmi dengan mas kawin sandal jepit sepasang dengan air segelas".

"Aku terima kawin Helmi mas kawin sandal jepit sepasang kanca air segelas," ucap pengantin pria itu.

Kemudian tamu yang datang pun berteriak sah. 

Seusai ijab kabul, pengantin pria memberikan sandal jepit putih yang dibungkus ke dalam kotak.

"Nih mas kawin sandal sepasang dan air segelas," ucap pengantin pria.

Kemudian ia juga memberikan segelas air kepada pengantin perempuan.

Unggahan inipun mendapat banyak komentar dari kalangan netizen.

Banyak netizen yang salut dengan kesederhanaan keduanya.

Namun ada juga netizen yang menulis jika keduanya ingin viral saja.  Yudhi Anggata bersama Helmi Susanti pamerkan mas kawin pernikahan sandal jepit dan air putih (Dokumen warga/Kompas.com)

Artikel di atas telah tayang sebelumnya di TribunLombok.com

thumbnail

Cerita Prajurit TNI Disuruh Isteri Ambil Popok di Asrama Linud 501 Madiun, Malah Terbang ke Papua

Cerita Prajurit TNI Disuruh Isteri Ambil Popok di Asrama Linud 501 Madiun, Malah Terbang ke Papua

Cerita Prajurit TNI Disuruh Isteri Ambil Popok di Asrama Linud 501 Madiun, Malah Terbang ke Papua


Kepergian Sersan Dua Inf M Sahri ke Irian Jaya atau Papua di tahun 1996 meninggalkan segudang pertanyaan di benak isterinya, Titik Prihatin.

Padahal, Sahri dimintanya pergi ke asrama Batalyon Infanteri Lintas Udara (Linud) 501 Madiun untuk mengambil popok anak keduanya yang tengah dirawat di Rumah Sakit DKT.

Sirine di Batalyon Infanteri Linud 501 Madiun kala itu tiba-tiba meraung, begitu Sahri tiba di asrama.

Tanpa berpikir panjang, ia bergegas mengambil ransel, melipat payung terjun, dan memanggul senjata. Sahri langsung bergabung dalam apel.

Ternyata, selesai apel Sahri langsung terbang ke Irian Jaya bersama 10 Batalyon Linud Infanteri 501.

   

Selama tiga bulan di Irian Jaya, suasana saat itu dijelaskan Sahri dalam situasi chaos.
Ia menjaga objek-objek vital seperti rumah sakit.
Kini, Sahri baru saja menyelesaikan masa bhaktinya usai mengikuti gelar Wisuda Purnawira dan Korp Raport Pindah Satuan Personel Kodim 0829 Bangkalan di Aula Manunggal makodim setempat, Selasa (3/11/2020).

Titik Prihatin kaget begitu mendengar bahwa suaminya berada di Irian Jaya. Padahal waktu tempuh dari RS DKT Madiun ke asrama Linud 501 hanya 10 menit.

Sahri bergegas menelpon isterinya begitu tiba di Irian Jaya.
"Sampean disuruh ambil popok kok malah pergi ke Irian. Saya jawab, itulah tentara," kenang Mayor Inf (Purn) M Sahri kepada Surya di Markas Koramil Socah, Bangkalan, Rabu (4/11/2020).
Sahri datang ke Markas Koramil Socah tidak lagi berseragam tentara. Ia mengenakan kaos putih berkerah lengan pendek, dipadu celana jins berwarna gelap.

Langkahnya sempat terhenti di depan pintu ruang kerjanya. Sahri memandangi gantungan dua papan nama di pojok atas sisi kanan pintu.

Papan di posisi atas bertuliskan 'Danramil' atau Komandan Koramil. Sedangkan papan kedua di bawanya bertuliskan, 'M Sahri, Mayor Inf NRP 541811'.

"Kemarin saat ikut Wisuda Purnawira, saya masih merasa sebagai undangan. Setelah selesai acara, baru sadar saya telah pensiun," tuturnya.

Jiwa petualangan sudah terpatri dalam diri pria kelahiran Banyuates, Kabupaten Sampang pada 5 Oktober 1962 itu.

Setelah lulus Sekolah Guru Olahraga di tahun 1983, bapak dengan dua anak itu malah memilih masuk ABRI melalui jalur Tamtama pada tahun 1984.

"Kakak saya guru, saya melihatnya di situ saja. Tidak ke mana-mana. Saya pilih masuk tentara," terang anak kelima dari enam bersaudara itu.

Begitu lulus pendidikan di Magetan dan Magelang, Sahri langsung ditempatkan di Batalyon Yonif Raider 509 Kostrad Jember.

Sepuluh bulan kemudian, Sahri muda ditugaskan ke Timor-timor sebagai Satuan Tugas Seroja Rotasi selama tiga tahun berturut-turut, 1985-1987.

"Itu murni tugas di dalam hutan, jauh dari perkampungan," kenang Sahri.

Ia berpesan kepada semua prajurit di tingkat koramil maupun di kodim, seorang prajurit hidup dalam struktur yang telah diformat.

"Saya senang semua kegiatan militer. Memang harus menyenangi pekerjaan, kalau hari ini jangan dikerjakan besok," tegasnya.

Selama 14 tahun berdinas di Linud 501 Madiun, Sahri akhirnya pindah tugas di Batalyon Linud 502 Malang di tahun 1999 dengan pangkat Letnan Dua.

"Pangkat Kapten saya peroleh ketika ditugaskan selama 1,5 tahun di Aceh pada tahun 2005. Saat itu Aceh darurat militer," paparnya.

Setelah malang melintang dengan beragam penugasan, Sahri akhirnya tiba di Kodim 0829 Bangkalan dengan pangkat Kapten.

Awal Oktober 2020, pangkat Mayor bertengger di kedua pundaknya.

"Semasa menjadi prajurit, kits harus bisa bersikap kondusif di tengah masyarakat, berbaur, dan jangan memilih untuk berteman," pesannya.

Selama menjalani masa pensiun, Sahri ingin fokus berwirausaha.

"Apa saja, terpenting tidak berbenturan dengan hukum," pungkasnya.

Dalam gelar Wisuda Purnawira dan Korp Raport Pindah Satuan Personel Kodim 0829 Bangkalan di Aula Manunggal makodim dihadiri Dandim 0829 Letkol Kav Ari Setyawan Wibowo dan sejumlah perwira Kodim 0829.

Ari berharap kepada anggota yang telah purnawira dan pindah satuan beserta istri untuk selalu tetap menjaga citra TNI dalam kehidupan bermasyarakat.

Kepada anggota lainnya, Ari juga berpesan untuk tetap semangat dalam melaksanakan tugas-tugas kedepan, kembangkan kemampuan, dan ketrampilan.

"Agar berguna dan dapat melaksanakan tugas pokok. Sehingga bermanfaat bagi masyarakat," pungkas Ari. (edo/ahmad faisol)



Artikel ini telah tayang di Tribunjatim.com dengan judul Cerita Prajurit TNI Disuruh Isteri Ambil Popok di Asrama Linud 501 Madiun, Malah Terbang ke Papua, https://jatim.tribunnews.com/2020/11/04/cerita-prajurit-tni-disuruh-isteri-ambil-popok-di-asrama-linud-501-madiun-malah-terbang-ke-papua?page=all.
Penulis: Ahmad Faisol
Editor: Januar AS

thumbnail

Insiden Istri Menyesal di Rumah Mertua, 2 Tahun Menikah Berujung Polisi: Saat Suami Melepaskan Wig

Insiden Istri Menyesal di Rumah Mertua, 2 Tahun Menikah Berujung Polisi: Saat Suami Melepaskan Wig


Insiden Istri Menyesal di Rumah Mertua, 2 Tahun Menikah Berujung Polisi: Saat Suami Melepaskan Wig


Seorang istri ketika datang ke rumah mertuanya merasakan penyesalan luar biasa menikahi sang suami.

Akibat perasaan menyesalnya itu, sang istri sampai berani melapor ke kantor polisi.

Sang istri merasa telah ditipu karena penampilan suaminya sebelum menikah, sampai sehari setelah menikah.

Begitu mereka mengunjungi rumah mertua, dan sang suami membuka wig di rambutnya, semua berubah total.

Apa yang sebenarnya terjadi? Ilustrasi (Kolase Tribunnews dan TribunJatim.com)

Peristiwa unik itu terjadi di India.

Padahal wanita ini telah dua tahun menikah dengan pria pilihannya.

Istri menyebut dirinya merasa ditipu oleh suami karena sebelum menikah penampilannya tidak seperti yang ditunjukkannya saat ini.

Melansir dari Gulf News via Serambinews.com, Selasa (3/11/2020) setelah dua tahun menikah, wanita di Thane, Maharashtra, India, mengajukan laporan polisi terhadap suaminya.

Laporan tersebut bukan karena suaminya melakukan tindakan kriminal maupun kekerasan dalam rumah tangga.

Sebaliknya, seorang perempuan melaporkan suaminya ke polisi.

Ia merasa ditipu suami, karena pria yang dinikahinya berkepala botak.

Ya, melepas wig yang dimaksud adalah karena selama ini sang suami terlihat baik penampilannya berkat wig atau rambut palsu.



Menurut laporan, perempuan yang melaporkan suaminya pada polisi bekerja sebagai seorang akuntan dan berusia 27 tahun.

Laporan penipuan dibuat oleh istrinya di Kantor Polisi polisi Naya Nagar, Thane, India.

Tindakan demikian diambil karena perempuan ini merasa suaminya menipunya dengan menyembunyikan hal yang sebenarnya dari dirinya.

Menyebut sang suami tidak jujur dan menyembunyikan jati dirinya saat menikah.

Petugas Polisi Senior Kailash Barve , mengatakan bahwa istri tidak diberitahu sebelum menikah bahwa pria yang akan menikahinya botak.

Mengklaim pria tersebut menyembunyikan kebotakan dengan menggunakan wig. Ilustrasi penangkapan (Today Online)

"Wanita ini mengatakan mengetahui yang sebenarnya setelah sehari melangsungkan pernikahan dengan suaminya yang botak.

"Ketika tiba di rumah mertua, akhirnya ia melepaskan wig dan terlihat kepalanya botak," jelas pihak berwajib.

Menanggapi isu tersebut, mertua menyebut pelaporan atas anaknya demikian adalah hal yang sepele dan tidak masuk akal.

Namun, perempuan ini tidak bisa menerima kenyataan serta menyebut tidak akan menikah dengan suaminya sekarang jika dari awal mengetahui pria tersebut botak.

"Perempuan ini tidak bisa menerima kenyataan dan mengatakan tidak akan menikah dengan suaminya jika dari awal mengetahui kondisi pria yang menikahinya," kata pihak berwajib.

Istri melaporakan suami karena botak turut menjadi perbincangan di media sosial.

Sebagian menyebut pelaporan demikian telah telat.

Karena mereka sempat hidup selama dua tahun berumah tangga.

Karena, sang istri telah mengetahui suaminya botak sehari setelah mereka melangsungkan pernikahan.

Menjadi tanda tanya, mengapa sang istri menunggu sampai dua tahun baru melakukan pelaporan pada pihak berwajib.

Namun, meski demikian menurut media setempat, laporan perempuan terhadap suaminya yang botak tetap diselidiki.



Artikel ini telah tayang di Kompas.com

thumbnail

Curhat Pria Rencana Nikah Pupus Seketika, Calon Istri Dibunuh Sahabat Depan Ibunya, Terpicu Hinaan

Curhat Pria Rencana Nikah Pupus Seketika, Calon Istri Dibunuh Sahabat Depan Ibunya, Terpicu Hinaan

Curhat Pria Rencana Nikah Pupus Seketika, Calon Istri Dibunuh Sahabat Depan Ibunya, Terpicu Hinaan

 

Rencana menikah pria bernama Muhammad Haiqal pupus seketika.

Calon istri dibunuh sahabat di depan ibu.

Pembunuhan Siti Nur Surya Ismail (19) memang menyisakan perhatian khusus.

Hal ini karena ia dibunuh oleh sahabatnya sendiri di hadapan orang tuanya yang sedang sakit.

Ternyata yang lebih menyakitkan adalah Siti Nur Surya Ismail sebenarnya sudah berencana menikah tahun 2021.

Semua impian Haiqal dan Siti Nur Surya menikah tahun 2021 harus berakhir mengenaskan.

Muhammad Haiqal menyampaikan apa yang ia rasakan setelah mengetahui kematian mengenaskan kekasihnya tersebut.

Melalui Instagram seperti dikutip TribunJatim.com dari Serambinews,com, pada Selasa 3 November 2020, Haiqal mengungkap kesedihan hatinya.

Ia mengunggah video kenangan terakhirnya bersama Surya.

Sampai hari ini, Rabu (4/11/2020) videonya telah disaksikan lebih dari dua juta tayangan dan mendapat perhatian dari pengguna medsos.

Pada akun Instagram, dirinya membagikan kesedihan dan ungkapan-ungkapan hatinya terkait kepergian kekasih akibat dibunuh.

"Semoga syurga tempatmu.

"Terima kasih untuk segalanya, kamu istirahat dengan tenang ya, sampai pada masa giliran saya pula yang akan menyusul.

Kamu baik, ramai yang menyayangi kamu, ramai senang melihat kamu.

Semoga pelaku mendapat balasan sepadan dengan yang dilakukan ini," tulisnya Haiqal dalam postingan Instagramnya itu.

Video berdurasi 2:24 menit memperlihatkan kebersamaan Muhammad Haiqal Adnan bersama Siti Nur Surya Ismail.

Video memperlihatkan Haiqal bersama Surya ketika masih bersama, sampai Haiqal berada di makam Surya.

Sebelumnya Haiqal sempat membagikan percakapan singkatnya melalui pesan WhatsApp bersama korban.

Dalam percakapan itu, Surya berpesan kepada Haiqal agar menjaga diri baik-baik sebelum berangkat ke tempat kerja.

Ternyata, permintaan tersebut merupakan permintaan terakhirnya kepada Haiqal.

Menurut laporan, Haiqal dan Surya akan melangsungkan pernikahan pada tahun 2020, namun karena kondisi ibu kandung Surya sedang sakit, yakni kanker otak, maka pernikahan ditunda.

Mereka merencanakan untuk melangsungkan pernikahan pada tahun 2021 nanti.

Sementara itu, tragedi berdarah yang dialami Siti Nur Surya memang tengah heboh dibicarakan di media sosial.

Dikutip TribunJatim.com dari TribunStyle.com, kronologi insiden mengerikan ini sudah diungkap polisi.

Tragedi berdarah ini mengejutkan warga Malaysia dan pengguna medsos pada umumnya, karena insiden menyakitkan ini dilakukan oleh teman korban.

Postingan Instagram yang dibagikan oleh Haiqal mendapat sorotan dan pengguna medsos.

Terlebih medsos sedang heboh-hebohnya pemberitaan mengenai pembunuhan gadis asal Malaysia ini.

Surya ditemukan oleh adik kandungnya di ruang tamu dengan keadaan bersimbah darah dan pergelangan tangan putus akibat terkena benda tajam.

Surya dibunuh dalam rumah, bahkan depan ibunya yang saat itu di rumah, tapi tidak bisa bergerak karena mengidap kanker otak.

Saat ini pelaku seorang perempuan berusia 19 tahun telah diamankan oleh pihak Kepolisian Malaysia untuk dilakukan penyelidikan.

Pelaku menyebut geram diejek miskin dan jelek, sehingga pelaku habisi nyawa Surya sampai putus pergelangan tangan di hadapan ibunda yang sedang mengidap kanker otak.

Melansir dari Harian Metro via TribunStyle.com, Selasa (3/11/2020) perintah penahanan pelaku dikeluarkan oleh Hakim Engku Nurul Ain Engku Muda.

Sebelumnya pelaku yang berusia 19 tahun tiba di Pengadilan Negeri Marang, Malaysia pada 10:10 pagi waktu Malaysia.

Pelaku yang juga sebagai teman dekat korban sebelumnya diamankan pihak kepolisian Malaysia setelah diserahkan oleh ibunya pada pukul 8:15 pagi, Senin (2/11/2020).

Penangkapan pelaku dilakukan berdasarkan barang bukti yang ditemukan di lokasi kejadian.

Barang buktinya berupa rekaman CCTV di dekat kediaman korban.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya Siti Nur Surya Ismail (19) ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa di Kampung Lubok Batu, Telemong, Kuala Berang, Malaysia.

Korban ditemukan oleh sang adik bernama Siti Nur Syuhada (15) tergeletak di ruang tamu bersimbah darah.

Menurut keterangan pelaku yang disampaikan pada pihak kepolisian Malaysia, pelaku kesal dengan hinaan Siti Surya pada dirinya.

Sebab sering mendapat hinaan dari korban, pelaku merasa sakit hati dan menaruh dendam sehingga menghabisi nyawa korban.

Ketua Polis Daerah Hulu Terengganu, Deputi Superintendan Mohd Adli Mat Daud berkata, motif pembunuhan tersebut diungkapkan pelaku ketika diantarkan oleh ibunya ke kantor kepolisian untuk dilakukan pemeriksaan.

Menurut pelaku, korban sering mengejek dirinya mengenai kehidupan keluarganya yang miskin.

Ibu pelaku bekerja sebagai tukang bersih-bersih, sedangkan ayahnya bekerja di desa, berbanding dengan kehidupan korban yang cukup mewah.

"Pelaku menjelaskan korban sering mengejeknya dengan mengatakan pelaku tidak secantik korban, dengan alasan demikian maka pelaku belum memiliki kekasih, tersangka sering makan hati dan memendam emosinya," terang pihak berwajib.

Artikel di atas sebelumnya telah tayang di Serambinews.com

thumbnail

Cerita Pilu Pengantin Baru, 2 Hari Menikah Suami Bunuh Diri, Gelisah Tak Bisa Tidur Pamit Beli Ini

Cerita Pilu Pengantin Baru, 2 Hari Menikah Suami Bunuh Diri, Gelisah Tak Bisa Tidur Pamit Beli Ini

Cerita Pilu Pengantin Baru, 2 Hari Menikah Suami Bunuh Diri, Gelisah Tak Bisa Tidur Pamit Beli Ini

 

Misteri pengantin baru gantung diri di Samarinda, Kalimantan Timur masih belum terkuak.

Pun dengan motif Bulewong (23) nekat melakukan aksi gantung diri tersebut.

Diketahui sebelumnya, Bulewong ditemukan tewas tergantung di sebuah pohon ketapang yang tingginya sekira 10 meter, Sabtu (31/10/2020).

Bulewong ditemukan tergantung dengan mengikatkan tali nilon pada batang cabang pohon ketapang di hutan pinggir jalan komplek pergudangan, tepatnya Jalan Teuku Umar, Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Sungai Kunjang, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur, di depan kantor Perusda Pergudangan dan Aneka Usaha (PDPAU).

Sebelum tewas, Bulewong ternyata baru saja melangsungkan pernikahan dengan sang kekasih, Nadia (20) pada Jumat (30/10/2020). 

Jasad Bulewong ditemukan warga sekitar yang sedang melintas.

"Saya tahu informasi ini karena ditelepon sama Bu Lurah (setempat). Pas saya cek, ternyata benar ada orang gantung diri," ucap Marjudi, Ketua RT 35 Komplek Pergudangan, Minggu (1/11/2020) siang.
 

Pada saat melihat tubuh pemuda tersebut tergantung, Marjudi langsung menghubungi pihak kepolisian sektor setempat untuk melakukan evakuasi.

Selang beberapa waktu, petugas berwajib terdiri dari Inafis Polresta Samarinda beserta relawan dan Polsek Sungai Kunjang pun tiba di lokasi kejadian.

Selain tubuh korban yang tergantung, petugas juga mendapati motor yang digunakan Bulewong merk Suzuki Satria F bernopol KT 2139 II dengan posisi kunci yang masih tertempel di stop kontak.

"Pertama itu ada warga (keluarga korban) lewat, dipinggir jalan ada motornya (korban) tapi tidak ada orangnya. Pas dicari, ketemu dan melihat ada yang gantung diri," tutur Marjudi.

Baru Menikah 2 Hari

Ditemukan tak bernyawa, Bulewong nyatanya baru saja menikah.

Almarhum mempersunting Nadia (20) yang juga tetangga satu kampungnya, Desa Salutiwo, Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat pada Jumat (30/10/2020) malam tepat pukul 19.00 Wita.

Beberapa jam sebelum ditemukan tak bernyawa, Morgan juga mengetahui bahwa almarhum telah memeluk agama Islam sebelum melangsungkan pernikahan.

"Sebelumnya dia (Bulewong) memang beragama non-muslim. Siang seusai sholat Jumat dia baru berpindah agama sebelum menikah pada malam harinya," ungkap Morgan (47) sepupu Nadia, Minggu (1/11/2020).

Tim Inafis Polresta Samarinda bersama sejumlah relawan saat mengevakuasi jenazah Bulewong (23), Sabtu (31/11/2020) pagi. (HO/ INAFIS POLRESTA SAMARINDA)

Sambil menunjukkan bukti secarik kertas seperti sertifikat yang tertulis pernyataan berpindah agama, tertera nama Bulewong dan dikeluarkan oleh pengurus Masjid Islamic Center, Kota Samarinda.

Morgan lantas melanjutkan penuturannya.

Setelah almarhum resmi menjadi mualaf, memeluk agama islam, di kediamannya lah almarhum dan sepupunya melangsungkan pernikahan siri tanpa hadirnya kedua orangtua mereka masing-masing.

"Saya sebelumnya bertanya pada dia (almarhum), apakah mendapat restu dari orangtua. Dan dijawab olehnya, bahwa pihak keluarganya sepenuhnya menyerahkan kepada dia. Sebab itulah almarhum berpindah agama sebelum melangsungkan pernikahan," tutur Morgan.

Sikap Bulewong saat itu membuat Morgan berpikir ada yang ganjil dan tidak beres.

Kecurigaan Morgan makin menjadi ketika Bulewong berpamitan padanya usai melangsungkan pernikahan, seperti orang yang sedang gelisah.

Tepat pukul 21.00 Wita Bulewong berpamitan, hingga dini hari pukul 01.00 Wita barulah kembali ke rumah. 

Bulewong Gelisah hingga Pamit Beli Obat

Gelagat aneh Bulewong rupanay dirasakan oleh Morgan.

Diceritakan Morgan, di malam sebelum ditemukan tewas, Bulewong sempat begadang alias tak bisa tidur.

Hingga pada waktu subuh, Bulewong mendadak pamit ke sang istri untuk membeli obat.

"Ia (almarhum) sempat berpamitan pada saya hendak menukar motornya pada salah seorang rekannya. Namun, sejak datang (pulang ke rumah) hingga sampai subuh pukul 05.00 Wita, dirinya (almarhum) tidak tidur. Dan kembali pamit, izin hendak membeli obat," jelas Morgan.

Tak kunjung pulang hingga matahari hendak terbit, membuat sang istri gelisah.

Ia tak pernah terpikir bahwa ini awal peristiwa suami yang baru menikahinya itu, ditemukan meninggal dunia dengan cara tragis.

Ditambah lagi pemuda yang tercatat juga bekerja sebagai karyawan tambang batu bara di kawasan Sanga-Sanga, Kutai Kartanegara ( Kukar) ini tidak membawa ponselnya saat keluar rumah.

Sehingga Morgan dan Istri almarhum sulit untuk mencari keberadaannya.

"Kami mengetahui dari media sosial (Facebook) karena wajahnya (almarhum) terlihat jelas. Saya dan sepupu (istrinya) langsung ke tempat penemuan," ucap Morgan.

Morgan mengaku saat kejadian itu bingung, sebab ia tidak tahu apa yang menjadi alasan serta pemicu almarhum mengakhiri hidup dengan cara gantung diri.

"Sepupu saya, istrinya sampai syok, jadi saya juga tidak bisa menanyakan apa yang sebenarnya terjadi, bahkan sempat mengurung diri di kamar mandi. Saya curiga ia juga mau gantung diri karena membawa sarung. Sebelumnya dia (Nadia) sempat saya dengar berbicara dengan seseorang melalui telepon dengan nada bicara tinggi," kata Morgan.
 

Istri Syok Tahu Bulewong Gantung Diri

Jalinan kisah kasih keduanya diketahui sudah terjalin sejak 2014 lalu, tetapi sejak 3 tahun lalu hubungan mereka terpisah jarak lantaran almarhum (Buwelong) merantau, bekerja di Samarinda.

"Nadia ini (istri almarhum) keluarga saya, dia datang ke sini (Samarinda) baru beberapa hari yang lalu, hari Selasa (27/10/2020). Yang jemput suaminya (almarhum), sebelum menikah itu, dan ikut tinggal menumpang disini (rumah Morgan). Karena saya merasa tidak enak dengan tetangga kanan-kiri, status mereka juga belum suami-istri jadi saya sarankan untuk menikah," ungkap Morgan.

Meskipun begitu, Morgan tidak tahu apa penyebab pasti yang melatarbelakangi perbuatan nekat Bulewong.

"Saya juga tidak pernah berkomunikasi dengan keluarga Bulewong, karena saya juga tidak tahu," tegas Morgan.

Polisi Tunggu Kesaksian Istri Korban

Pihak Kepolisian Sektor Sungai Kunjang, Kota Samarinda yang menangani kasus tewasnya seorang pria pengantin baru yang ditemukan pada Sabtu (31/10/2020) lalu, memastikan bahwa penyebab tewasnya Bulewong (23), murni gantung diri yang dilakukan sendiri.

Meskipun begitu, masih ada kejanggalan terkait motif atau alasan karyawan tambang batu bara di kawasan Sanga-Sanga, Kutai Kartanegara (Kukar) mengakhiri hidup dengan cara gantung diri.

Sejauh ini pihak berwajib yakni polisi, belum dapat memastikan karena saksi kunci dalam kejadian ini, Nadia (20), istri Bulewong yang baru dinikahi malam sebelum melakukan aksi nekatnya, belum dimintai keterangan.

"Pihak kami tidak bisa menduga-duga apa motifnya sebelum ada pemeriksaan. Jadi kami juga masih menunggu saksi lain (istrinya) yang saat ini berada di kampung halamannya di Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) melewati masa berduka. Kondisinya juga masih syok, jadi tidak bisa dipaksakan," jelas Kapolsek Sungai Kunjang, Kompol Bambang Budianto, melalui Kanit Reskrim Polsek Sungai Kunjang, Iptu Purwanto (3/11/2020) hari ini.

Iptu Purwanto, menjelaskan bahwa pihaknya sudah memintai keterangan dari beberapa saksi yang menemukan termasuk kerabat Nadia, yakni Morgan yang sempat diwawancarai Tribunkaltim.co, Minggu (1/11/2020) lalu, di Jalan Revolusi II, Kelurahan Lok Bahu, Kecamatan Sungai Kunjang, Kota Samarinda, tempat dimana almarhum Bulewong dan Nadia menggelar ijab qabul.

"Hanya saja kerabatnya yang itu (Morgan) juga tidak tahu persis apa masalahnya, karena Bulewong maupun sang istri (Nadia) tampak baik-baik saja," ungkap Iptu Purwanto.

Disclaimer:

Berita atau artikel ini ditayangkan bukan bertujuan untuk menginspirasi tindakan bunuh diri.

Pembaca yang merasa memerlukan layanan konsultasi masalah kejiwaan, terlebih pernah terbersit keinginan melakukan percobaan bunuh diri, jangan ragu bercerita, konsultasi atau memeriksakan diri ke psikiater di rumah sakit yang memiliki fasilitas layanan kesehatan jiwa.

Berbagai saluran telah tersedia bagi pembaca untuk menghindari tindakan bunuh diri.

Jika Anda memiliki permasalahan yang sama, jangan menyerah dan memutuskan mengakhiri hidup.

Anda tidak sendiri. Layanan konseling bisa menjadi pilihan Anda untuk meringankan keresahan yang ada.

Berikut daftar layanan konseling yang bisa Anda kontak maupun untuk mendapatkan informasi seputar pencegahan bunuh diri:

Gerakan "Into The Light"
Facebook: IntoTheLightID
Twitter: @IntoTheLightID
Email: intothelight.email@gmail.com
Web: intothelightid.wordpress.com

(TribunKaltim)

thumbnail

Kisah Miris Kakek 90 Tahun, Bertahan Hidup Jadi Pemulung Cuma Dapat Rp2 Ribu/Hari

Kisah Miris Kakek 90 Tahun, Bertahan Hidup Jadi Pemulung Cuma Dapat Rp2 Ribu/Hari

 

Kisah Miris Kakek 90 Tahun, Bertahan Hidup Jadi Pemulung Cuma Dapat Rp2 Ribu/Hari


Setiap orang tentu ingin menikmati masa tua dengan bersantai dan hidup berkecukupan. Tetapi ternyata hal ini tak bisa dirasakan oleh Kakek Maharudin.

Di usia yang menginjak 90 tahun, kakek Maharudin harus memulung botol plastik untuk bertahan hidup. Kakek Maharudin diketahui hidup seorang diri di rumahnya yang hampir rubuh.

Berikut ulasan lengkapnya


Pemulung Berusia 90 Tahun Hidup Seorang Diri

Dilansir dari kitabisa.com, terdapat kisah miris dari seorang kakek bernama Maharudin. Kakek Maharudin kini telah berusia 90 tahun dan hidup seorang diri.

"Kakek tinggal seorang diri di sebuah gubuk kecil nan reot, di Dusun Tambun, Desa Pengadang, Kecamatan Praya Tengah, Kabupaten Lombok Tengah," dikutip dari kitabisa.com.

Di usia senja, kondisi fisik kakek Maharudin telah melemah. Bahkan jika ingin berjalan, kakek Maharudin harus ditopang dengan tongkat kayu.

"Kondisi fisiknya telah melemah, pendengarannya sudah kurang jelas, dan ketika berjalan harus ditopang dengan tongkat kayu. Kondisi Kakek Maharudin sungguh memprihatinkan," dikutip dari @kitabisa.com.

Mulung Botol Plastik untuk Bertahan Hidup

Untuk bertahan hidup, sehari-hari kakek Maharudin memulung botol-botol plastik. Penghasilannya pun tak menentu.

"Kebutuhan sehari-harinya hanya dari hasil mulung botol plastik, penghasilannya gak tentu, ditambah tidak ada keluarga, tidak ada saudara, jadi cuma hidup sendiri," ujar Huda, salah seorang relawan Rumah Yatim yang datang berkunjung ke rumah Kakek Maharudin.

Cuma Dapat Rp2 Ribu Per Hari

Melansir dari akun Instagram @rumahyatim, diketahui kakek Maharudin kerap mendapat uang Rp2 ribu per hari. Tentu saja penghasilan kakek Maharudin tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya.

"Hidup mengandalkan boto demi botol yang ia ambil tiap harinya, namun dengan 2 rb rupiah/hari bagaimana ia bisa hidup?" tulis @rumahyatim.

Rumah Yatim Buka Donasi

Melihat kondisi kakek Maharudin yang begitu memprihatinkan, Rumah Yatim pun membuka donasi dengan tujuan membantu meringankan beban hidupnya. Rumah Yatim membuka donasi melalui link kitabisa.com/campaign/pedulilansiadhuafa.

Sumber Artikel: merdeka.com

thumbnail

Nasib Pilu, Nenek Muadah Hidup Sebatang Kara dan Miskin Tidak Lagi Dapat Bansos Covid-19, Namanya Dicoret: Yowis

Nasib Pilu, Nenek Muadah Hidup Sebatang Kara dan Miskin Tidak Lagi Dapat Bansos Covid-19, Namanya Dicoret: Yowis

Nasib Pilu, Nenek Muadah Hidup Sebatang Kara dan Miskin Tidak Lagi Dapat Bansos Covid-19, Namanya Dicoret: Yowis

 

Kini, Nenek Muadah tidak dapat bansos Covid-19 dari pemerintah.

Sebab, ujug-ujug nama Nenek Muadah dicoret sehingga tidak lagi mendapatkan bansos Covid-19 itu.

Diketahui, Nenek Muadah berusia 65 tahun itu hidup sebatang kara dan miskin alias tidak mampu.

Ia yang tinggal di Kelurahan Pasar Batang, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, kini hanya bisa pasrah.
 

Bantuan dari Pemerintah Kabupaten Brebes sebesar Rp 200 ribu per bulan juga tak lagi ia terima.

Ia hanya menerima bantuan sekali saja pada awal pandemi Covid-19 atau sekitar April 2020.

"Pernah dapat bantuan sekali saja bulan April," kata Muadah, kepada wartawan, di kediamannya di RT 02, RW 04, Kelurahan Pasar Batang, Senin (2/11/2020).

Muadah awalnya sempat merasa iri.

Pasalnya, tetangga di sekitar rumahnya yang secara ekonomi lebih mampu justru menerima bantuan.

Tak hanya bantuan Covid-19, ia juga mengaku tak menerima bantuan apapun sejenisnya termasuk Program Keluarga Harapan (PKH).

"Masa temennya dapat bantuan nyong ora (saya tidak?). Yawislah (ya sudahlah). Wis ora olih ndean (sudah tidak dapat lagi mungkin)," ujarnya.

Untuk bertahan hidup, Muadah mengandalkan sebatang pohon buah sawo di halaman rumahnya yang hanya panen setahun sekali dengan mendapatkan uang Rp 800.000.

Nenek Muadah (65) yang hidup sebatang kara justru tercoret dari daftar penerima bansos Covid-19 dari Pemkab. Brebes, Jawa Tengah, Senin (2/11/2020)(KOMPAS.com/Tresno Setiadi)

Tentu dengan uang sebesar itu tak cukup.

Beruntung, ia memiliki tetangga yang mau berbagi untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari.

Kepala Kelurahan Pasar Batang, Kecamatan Brebes, Kusuma Edi mengatakan, memang sedang ada pengurangan bantuan terdampak Covid-19.

"Bantuan sosial dari Pemkab Brebes memang jumlah penerima sedang ada pengurangan dari Dinas Sosial"

"Datanya juga di Dinas Sosial bukan kelurahan," kata dia.

Terpisah, Plt. Kepala Dinas Sosial Brebes, Masfuri mengatakan, memang ada pengurangan penerima bantuan sejak tahap pertama, kedua, hingga ketiga.

Pencoretan data Muadah, kemungkinan karena ada ketidaksinkronan data seperti kartu keluarga (KK) atau nomor induk kependudukan (NIK).

"Yaitu selain bagi warga yang menerima ganda dari bantuan pemerintah lainnya yang dicoret, pencoretan juga dilakukan kepada warga yang data di KK atau NIK yang salah," kata dia.

Masfuri mengungkapkan, untuk meringankan beban warga terdampak Covid-19 Pemkab Brebes telah kucurkan bansos yang bersumber dari APBD tahun 2020 yang mencapai Rp 33 miliar dengan sasaran 55.400 KK.

Bantuan sebesar Rp 200.000 per bulan setiap KK diberikan untuk tiga bulan atau tiga tahap.

"Sekarang tahap tiga sebagian sudah dicairkan," kata dia.

Menurutnya, bantuan tersebut untuk mengcover warga Brebes yang belum mendapatkan bansos Covid-19 dari pusat dan provinsi, termasuk PKH dan BPNT.

Dari target sasaran tahap pertama sebanyak 55.400 KK, realisasi sesuai data yang masuk hanya 44.929 KK.

Pada tahap kedua dan ketiga juga mengalami penurunan jumlah penerima bantuan.

"Kami akan cek data ini, dan kami akan upayakan agar (Muadah) bisa menerima bantuan dari program lainnya"

"Ini karena bansos Covid-19 APBD sudah selesai," jelasnya.

Derita Ibu di Depok, Tak Pernah Dapat Bansos, Kini Suami Positif Covid-19

Malang nian nasib Yarti (42) seorang ibu dua anak yang tinggal Kampung Sengon RT09/10, Pancoranmas, Depok.

Yarti yang dihidup serba kekurangan kini harus menghadapi kenyataan pahit.

Sebab, suaminya Pajery (47) harus dirawat di RSUD Depok sejak tanggal 16 September 2020.

Kini sang suami dinyatakan positif Covid-19.

Artinya selama 14 hari Pajery harus jalani isolasi selama 14 hari plus penyembuhan penyakit yang dideritanya.

Kondisi tersebut praktis membuat Yarti harus menjadi kepala rumah tangga.

Dia harus menghidupi anak bungsunya Cika yang berusia tiga tahun.

Namun, hal itu membuatnya bingung. Sebab, Yarti tak punya kemampuan untuk berusaha.

Selama ini ibu dua anak tersebut mengandalkan penghasilan suaminya yang bekerja sebagai tukang sayur keliling,

"Saya bingung mau kerja apa. Mengharapkan bantuan dari Pemerintah Kota Depok sulit. Bantuan sosial terdampak Covid-19 pun tak pernah di dapatnya," kata Yarti di rumah kontrakannya bernama Wisma Sengon, Rabu (23/9/2020).

Menurut Yarti, selama ini ia hidup dengan mengandalkan utang dari saudara-saudara suaminya. Namun, hal itu tak bisa diandalkannya.

Anaknya yang pertama juga membantu.

Namun, gajinya sebagai karyawan pengiriman barang di Jakarta Utara hanya cukup untuk bayar kontrakan dan biaya hidup.

"Saudara suami pada bantuin. Tapi, kan tidak bisa terus-terusan diandelin. Anak saya kalao punya uang lebih suka kasih Rp 350.000"

"Dia juga butuh untuk hidupnya di sana. Saya jadi bingung kalau begini," ujarnya.

Yanti mengontrak di Wisma Sengon sudah tiga bulan. Rumah kontrakan yang ditinggalinya itu sangat kecil.

Dia tinggal bersama suami dan seorang anaknya dalam satu ruangan yang terdiri dari ruang tidur dan dapur.

Ruang tidur menyatu dengan ruang tamu.

"Saya tinggal di Kampung Sengon sudah tiga tahun. Pindah-pindah kontrakan. Terakhir yah ngontrak di sini"

"Biaya kontrak sebulan Rp 500.000," tuturnya.

Yarti menambahkan bahwa ia sempat memberikan Kartu Keluarga kepada pengurus RT.

Namun bansos tak jua diperolehnya.

Alasannya ia tak memiliki KTP Depok.

"Bikin KTP Depok harus ada surat pindah dari kampungnya di Jawa. Mau ke sana uangnya pas-pasan," katanya.

Ada Benjolan di Leher

Yarti menceritakan awal mulanya suaminya sakit.

Sebelum tanggal 16 September 2020, Pajery mengalami demam.

Saat itu terlihat ada benjolan di lehernya. Benjolannya lembek.

Selain demam, suaminya tersebut juga batuk-batuk dan buang air besar.

Kemudian Yarti membawa suaminya ke Klinik Dokter Bahar di Pasar Depok Lama.

Pajery kemudian di rapid test dan hasilnya nonreaktif. Setelah itu diperiksa.

"Darah suamiku diambil. Terus dibilang negatif. Dokter bilang suami saya gejala tipes"

"Kemudian dikasih obat dan dirawat di rumah," tutur Yarti.

Meski sudah ke dokter, penyakit suaminya tak kunjung sembuh. Lalu, di bawa ke RS Citama di Bojonggede.

Oleh pihak rumah sakit dirujuk ke RSUD Depok dengan alasan peralatan tak lengkap.

Tanggal 16 September Pajery dibawa ke RSUD. Kemudian dilakukan Swab Test dan hasilnya positif Covid-19.

"Selasa (22/9/2020) malam suami saya dibilang positif Covid-19. Tapi, saya tidak diperlihatkan surat keterangannya"

"Lalu, suami dibawa ke lantai tujuh untuk di isolasi," tutur Yarti.

(Kompas.com)

thumbnail

Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 11 Telah Dibuka, Berikut Cara Lengkap Daftarnya

Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 11 Telah Dibuka, Berikut Cara Lengkap Daftarnya

 

Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 11 Telah Dibuka, Berikut Cara Lengkap Daftarnya


Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 11 resmi dibuka, Senin (2/11/2020).

Selain informasi pembukaan, dalam artikel ini juga termuat cara daftar kartu Prakerja Gelombang 11.

Seperti gelombang-gelombang sebelumnya, pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 11 secara online hanya di link www.prakerja.go.id.

Terkait dibukanya pendaftaran prakerja gelombang 11 ini dibenarkan oleh Head of Communications Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja, Louisa Tuhatu.

Louisa mengatakan, animo masyarakat yang tinggi membuat Komite Cipta Kerja (KCK) segera membuka kembali pendaftaran program ini.

"Melihat tingginya animo masyarakat, Komite Cipta Kerja (KCK) memutuskan untuk memulihkan kepesertaan Kartu Prakerja sebagai gelombang 11," kata Louisa kepada Tribunnews.com, Senin (2/11/2020).

"Pendaftaran gelombang 11, yang merupakan gelombang tambahan, dibuka pada hari Senin, 2 November 2020, pukul 12.00 WIB," tambahnya.

Pada gelombang ini, kuota yang disediakan hampir mencapai 400.000 orang.

Kemudian, bagi peserta yang sudah pernah mendaftar di situs Kartu Prakerja, dapat langsung bergabung dalam proses seleksi gelombang 11.

Menurutnya, penerima Kartu Prakerja tersebut merupakan daftar kelompok prioritas.

Daftar tersebut diberikan oleh Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) dan BPJS Ketenagakerjaan.

Sebelumnya, ada 364.622 penerima Kartu Prakerja yang status kepesertaannya dicabut dari gelombang 1-10.

Louisa menegaskan, pencabutan kepesertaan terjadi karena peserta tidak melakukan pembelian pelatihan pertama dalam waktu 30 hari.

Hal itu setelah mereka dinyatakan lolos sebagai penerima Kartu Prakerja.

Ia pun kembali mengingatkan agar para peserta yang telah lolos segera melakukan pembelian pelatihan sebelum 30 hari.

"Bagi mereka yang nanti lolos menjadi peserta jangan lalai untuk langsung melakukan pembelian pelatihan sebelum 30 hari agar kepesertaannya tidak tercabut," kata Louisa.

Dibukanya pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 11 juga diinformasikan secara langsung melalui akun Instagram resminya, @prakerja.go.id.

"Gelombang 11 Kartu Prakerja telah dibuka!"

"Kunjungi situs resmi kami di www.prakerja.go.id untuk membuat akun dan mendaftar Kartu Prakerja," tulis @prakerja.go.id dalam keterangan unggahannya.

Bagi Anda yang akan mendaftar kartu prakerja gelombang 11, simak caranya berikut ini:

Tata Cara Pendaftaran Kartu Prakerja

Berikut tata cara pendaftaran Kartu Prakerja yang Tribunnews.com kutip dari halaman frequently asked questions (FAQ) prakerja.go.id:

Cara Membuat akun Prakerja

- Masuk ke situs www.prakerja.go.id

- Pilih menu Daftar Sekarang

- Masukan nama lengkap, alamat email, dan kata sandi baru

- Cek email masuk dari akun Prakerja dan ikuti petunjuk untuk konfirmasi akun email

- Setelah konfirmasi akun email berhasil, kembali ke situs Prakerja

Cara Daftar Kartu Prakerja

- Setelah berhasil daftar akun dan login, Anda akan masuk ke dashboard akun.

- Pada bagian verifikasi KTP, isi NIK, nomor KK dan tanggal lahir Anda sesuai yang tertera di KTP, lalu klik Berikutnya.

- Lengkapi data diri dan unggah foto KTP

- Lakukan verifikasi nomor handphone

- Klik Kirim

- Masukkan kode OTP yang telah dikirimkan via SMS ke No HP Anda. Klik Verifikasi.

- Selanjutnya, isi Pernyataan Pendaftar

- Isi sampai selesai, jika sudah selesai klik Oke.

- Berikutnya, Anda wajib melakukan Tes Motivasi & Kemampuan Dasar

- Klik Mulai Tes Sekarang

- Setelah mengisi tes, hasil tes akan dievaluasi. Mohon menunggu sekitar 5 menit. Jika setelah 5 menit belum ada perubahan, silahkan klik tombol Refresh.

- Pendaftaran Anda sedikit lagi selesai dan Anda tinggal ikut seleksi Gelombang. Pilih Gelombang yang Anda inginkan disesuaikan dengan domisili kamu, lalu klik Gabung

- Selanjutnya akan muncul konfirmasi pilihan Gelombang kamu. Bila sudah sesuai, klik Ya, Gabung

- Setelah mengisi Gelombang, akan muncul Persetujuan Kartu Prakerja yang berisi beberapa pernyataan. Anda harus klik Saya menyetujui untuk dapat lanjut ke tahap berikutnya.

- Tahap pendaftaran Selesai

- Selanjutnya Anda akan menerima notifikasi apakah Anda lolos melalui SMS setelah penutupan Gelombang.

Syarat Daftar Kartu Prakerja

1. WNI

2. Minimal berusia 18 tahun (Tribunnews.com/Fajar/Inza Maliana)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Login WWW.PRAKERJA.GO.ID, Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 11 Dibuka, Berikut Cara Daftarnya

thumbnail

Ciri-ciri Meninggal Dunia Husnul Khotimah: Wafat Hari Jumat, hingga Kematian Wanita Melahirkan

Ciri-ciri Meninggal Dunia Husnul Khotimah: Wafat Hari Jumat, hingga Kematian Wanita Melahirkan

 

Ciri-ciri Meninggal Dunia Husnul Khotimah: Wafat Hari Jumat, hingga Kematian Wanita Melahirkan


Bacaan doa memohon agar meninggal dunia dalam keadaan husnul Khotimah, amalkan secara rutin supaya kelak masuk dalam golongan tersebut.

Adanya kehidupan di dunia pasti ada pula kematian, karena hal ini pasti akan dialami oleh setiap manusia.

Kematian seseorang merupakan rahasia Illahi dan bila saat itu tiba maka tak ada satu manusia pun yang mampu menolaknya.

Karena akhir hayat setiap makhluk tentu tidak pilih kasih, antara mereka yang masih bayi atau masih anak-anak.

Baik laki-laki atau perempuan, orang dewasa atau orang tua.

Ingatlah semua pasti akan merasakan kematian.

Perlu diketahui, adapun setiap muslim di dunia ini, pastinya ingin meninggal dunia dalam keadaan husnul khotimah.


Husnul khotimah merupakan istilah untuk kematian yang baik.

Kematian yang dapat mengantarkan kita kepada ridha Allah SWT dan surga-Nya.

Karena itulah kita harus senantiasa memohon kepada Allah agar diberikan husnul khotimah menjelang kematian kita nanti.

Lantas bagaimanakah caranya supaya kita kelak meninggal dalam keadaan husnul khotimah?

Nah, ada sebuah doa yang bisa rutin kita panjatkan terlebih setelah salat fardhu.

Tujuan doa ini yakni memohon agar kelak Allah memanggil kita dalam keadaan husnul khotimah.

Berikut lafal doanya:

اللهمّ أحْسِنْ عَاقِبَتَنَا فِي الأُمُورِ كُلِّهَا، وَأجِرْنَا مِنْ خِزْيِ الدُّنْيَا وَعَذَابِ الآخِرَةِ

"Allahumma ahsin ‘aqibatanaa fil umuuri kullihaa, wa ajirnaa min khizyid dunyaa wa ‘adzabil akhirah"

Artinya: "Ya Allah baguskanlah akhir dari segala urusan kami, dan hindarkanlah kami dari kehinaan godaaan dunia dan siksa akhirat nanti"
 

Sementara itu, terdapat beberapa hadis yang menyebut ciri-ciri seseorang yang meninggal dunia dalam keadaan khusnul khotimah.

1. Menyebut kalimat ‘Laa ilaha illallah’

Dari Mu'adz bin Jabal ra, Rasulullah saw bersabda:

"Barang siapa yang akhir perkataannya adalah kalimat ‘Laa ilaha illallah’ (tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah), maka dia akan masuk surga” (HR. Abu Daud).

2. Meninggal di hari Jumat atau malam Jumat

Dari Abdullah bin Amr ra, Rasulullah saw bersabda:

“Tidaklah seorang muslim meninggal pada hari Jumat atau malam Jumat, melainkan Allah akan menjaganya dari fitnah (siksa) kubur” (HR. Ahmad).

3. Orang yang mati keadaan syahid di jalan Allah

Terakhir, orang-orang yang meninggal dalam keadaan husnul khotimah adalah mereka yang syahid di jalan Allah.

Dari Jabir bin 'Atik ra, Rasulullah saw bersabda:

"Orang-orang yang mati syahid yang selain terbunuh di jalan Allah ‘azza wa jalla itu ada tujuh orang, yaitu korban wabah adalah syahid; mati tenggelam (ketika melakukan safar dalam rangka ketaatan) adalah syahid; yang punya luka pada lambung lalu mati, matinya adalah syahid; mati karena penyakit perut adalah syahid; korban kebakaran adalah syahid; yang mati tertimpa reruntuhan adalah syahid; dan seorang wanita yang meninggal karena melahirkan adalah syahid” (HR. Abu Daud).

Wallahu a'lam.

15 Tanda-Tanda Kematian Sudah Dekat, Bisa Dilihat Dari 6 Bulan Hingga 40 Hari Sebelum Ajal Menjemput

Seperti dikutip dari laman cahayamuslim.com dari artikel tentang tata cara perawatan kesehatan di situs 39yst.com, diulas terkait 15 tanda-tanda menjelang kematian seseorang.

Tanda-tanda kematian seseorang tersebut terlihat dalam kurun waktu enam bulan sebelum ajal menjemput.

Berikut 15 tanda-tanda seseorang menjelang kematian:

1. Udara napas yang dihembuskan terasa dingin di telapak tangan.

Umumnya hembusan napas yang normal seseorang akan terasa panas/hangat ketika dihembuskan di telapak tangan.

Namun, hembusan napas ini justru sebaliknya terasa dingin/sejuk.

2. Dalam manik mata orang lain tidak bisa melihat bayangan kita sendiri.

Umumnya bayangan siapa saja bisa dilihat, tapi orang yang menjelang ajal tidak akan bisa melihatnya.

3. Pelemahan pada empat anggota tubuh, empat anggota tubuh terasa nyeri tak tertahankan.

4. Warna tinja menjadi putih.

5. Gigi menjadi esktrim kering dan hitam.

6. Telinga menjadi lisut dan kusam.

7. Hidung menjadi miring.

8. Bisa melihat bintang pada siang hari, sedangkan orang lain tidak bisa melihatnya.

9. Mata tidak terasa silau ketika menatap matahari.

Tentu saja Matahari di siang hari, bukan matahari yang baru terbit dari ufuk timur, mata orang lain merasa silau.

Namun, ia bisa menatap matahari siang itu dengan tenang dan tidak menyilaukan matanya.

10. Air kencing menjadi asam.

Tercium aroma asam dari urinnya yang tajam menusuk.

11. Tidak bisa melihat bayangan sendiri.

Tidak peduli apakah di bawah pancaran sinar matahari, atau di bawah sinar bulan, tapi ia tidak bisa melihat bayangannya sendiri, tidak ada lagi bayangannya.

12.Garis-garis atau kerut di dahinya membengkak.

13. Muncul bintul-bintul merah di daerah di bawah pusar.

14. Pada titik Yongquan (terletak di 1/3 tengah kaki dari ujung atas) dan titik Yintang (terletak di batang hidung, pertengahan jarak ujung alis mata), terasa nyeri/sakit seperti ditusuk jarum.

Jika ada gejala seperti yang disebutkan pada nomor 13 dan 14, ini akan cukup fatal.

15. Emosional yang kerap berubah-ubah tidak menentu.

Fluktuasi (emosional) yang tidak biasa dan tanpa sebab yang jelas, tidak dapat mengendalikan diri.

Munculnya tanda-tanda ini, dimana salah satu diantaranya itu menyiratkan kemungkinan besar akan pergi selamanya dalam enam bulan ke depan, terutama nomor 13 dan 14, jika ada tanda-tanda seperti ini, maka usia hidup hanya akan berlangsung sekitar tiga hari di muka Bumi.

Tanda 40 Hari Sebelum Ajal Menjemput

Inilah beberapa tanda, lebih spesifik 40 hari sebelum kematian menjemput, seseorang akan mengalami tanda-tanda seperti dibawah ini seperti dikutip dari Eberita.org

Pertama: 40 hari menuju kematian

Tanda-tanda kematian ini juga muncul setelah masuk waktu asar, bagian pusat dari tubuh kita akan berdenyut.
Itu pertanda bahwa daun yang tertulis nama kita dari pohon yang terletak di Arshy Allah SWT. Telah gugur.

Lalu malaikat maut mengambil daun tersebut dan segera membuat persiapan diantaranya mulai mengawasi kita setiap saat.

Dan sesekali malaikat maut menampakkan dirinya kepada orang yang akan dicabut nyawanya dalam wujud manusia, dan seketika itu pula orang itu akan terasa terkejud dan bingung melihat malaikat maut.

Walaupun malaikat maut wujudnya hanya satu tapi atas izin Allah swt, Dia mampu mencabut nyawa seseorang dalam waktu yang bersamaan.

Kedua: 7 hari ketika kematian akan datang


Tanda ini muncul setelah masuk waktu asar, tanda-tanda kematian ini hanya diberikan Allah swt Terhadap orang yang diuji Allah dengan Sakit, biasanya orang yang sedang sakit tak berselera makan, tiba-tiba ingin makan.
Ini merupakan isyarat dari Allah bahwa kematian memang benar-benar sudah dekat.

Ketiga: 3 hari, kematian diambang pintu.

Pada suatu saat akan terasa denyutan di tengah dahi kita, yaitu antara dahi kanan dan dahi kiri.

Jika tanda-tanda kematian ini dapat dirasakan maka sebaiknya berpuasalah kita setelah itu.

Supaya perut kita tak mengandung banyak najis, dan ini akan memudahkan orang lain utk memandikan jasad kita.

Setelah itu pula mata hitam kita tak bersinar lagi, dan bagi orang yg sakit, hidungnya perlahan akan masuk ke dalam, ini dapat terlihat jelas kalau dilihat dari sisi tubuh kita.

Telinga akan layu dan berangsur-angsur masuk ke dalam.

Tapak kaki tegak berangsur-angsur lurus ke depan dan sukar untuk ditegakkan lagi.

Keempat: Sehari sebelum kematian.

Tanda-tanda kematian ini juga terjadi setelah waktu ashar, kita akan merasakan denyutan di bagian ubun-ubun, ini menandakan kita sudah tak sempat lagi melihat waktu ashar di keesokan harinya.

Kelima: Tanda terakhir, Kematian Menghampirimu.!

Kita akan merasakan sejuk di bagian pusat, lalu turun ke pinggang dan akan terus naik ke bagian halkum.

Pada masa ini hendaknya kita sering beristighfar memohon ampun pada Allah, dan sering-sering membaca syahadat.

Menata hati, memfokuskan fikiran kita hanya kepada satu arah yaitu Allah SWT.

(TribunStyle.com/Heradhyta Amalia/*)

Artikel ini telah tayang di bangkapos.com dengan judul Ini 15 Tanda-tanda Kematian yang Bisa Dilihat 6 Bulan Hingga 40 Hari Sebelum Ajal Menjemput,

thumbnail

Dulu Hidup Serba Mewah, Dekat dengan Pejabat, Pria Ini Sengsara Menggelandang, Tidur di Emperan Toko

Dulu Hidup Serba Mewah, Dekat dengan Pejabat, Pria Ini Sengsara Menggelandang, Tidur di Emperan Toko

 

Dulu Hidup Serba Mewah, Dekat dengan Pejabat, Pria Ini Sengsara Menggelandang, Tidur di Emperan Toko

Melansir dari Harian Metro, Minggu (1/11/2020) pria bernama Johari berusia 50 tahunan menjelaskan perubahan pada dirinya, yang sempat hidup penuh glamor.

"Dulu saya berpenghasilan jutaan Ringgit dan sering terbang menggunakan kelas bisnis dan sering menginap di hotel bintang lima.

"Namun sekejap mata Allah SWT menguji saya dan semuanya semuanya hilang, bahkan hidup saya berubah jadi gelandangan serta berharap uluran tangan dari orang lain," jelasnya pada Harian Metro seperti dilansir Serambinews.com (1/11/2020).

Johari menerangkan, masa tersebut adalah masa-masa yang sangat sulit bagi dirinya dan keluarga, namun ia tetap bersyukur dengan cobaan yang diberikan Allah SWT. (Harian Metro)

Sebelumnya Johari mengalami perubahan besar setelah gagal bisnis sekitar 10 tahun yang lalu.

Akibatnya ia sempat hidup menjadi tuna wisma sekitar setahun. 

Johari menerangkan, masa tersebut adalah masa-masa yang sangat sulit bagi dirinya dan keluarga.

Namun ia tetap bersyukur dengan cobaan yang diberikan Allah SWT.

"Sebagai manusia biasa, ketika diberikan kesenangan kita sering lupa siapa yang memberikan rezeki dan nikmat, sebagian ada yang memnyebut saya ini korban dari iri hati orang lain.

"Tapi jika itu memang benar, saya telah memaafkan orang tersebut, ini semua adalah aturan yang telah ditetapkan Allah SWT, sebagai hamba cukup tenang dan bersyukur," katanya.

Menceritakan kisahnya dahulu, ia dan keluarga sempat hidup mewah dan dekat dengan para pejabat.

"Semua berubah dalam sekejap mata ketika bisnis real estate (bisnis perumahan-red) saya mengalami kerugian besar sekitar sepuluh tahun yang lalu.

"Lebih menyedihkan, istri tercinta meninggal pada tahun 2008, saya saat itu cukup terpukul bahkan tidak tahu arah karena tidak memiliki sumber penghasilan," terangnya.

Menurutnya, yang menjadi kekuatannya yakni dua anaknya sedang melanjutkan pendidikan kuliah.

Setelah setahun hidup gelandangan, ia ditarik sebagai koordinator kerja bakti lapangan oleh sebuah lembaga swadaya masyarakat (LSM).

"Saya sekarang tinggal di rumah warisan, saya lebih bahagia sekarang,

Apa yang saya lakukan saat ini memberi arti yang cukup besar bagi saya dan keluarga," katanya.

Menurutnya aturan yang ditetapkan Allah SWT sangat hebat.

"Alhamdulillah anak saya diberikan rezeki baik dan sukses dalam hidup, insyaallah. 

"Anak perempuan saya kini sedang kuliah di Prancis bidang kesenian dan anak bungsu sedang kuliah di Universitas Malaysia," katanya.

"Meski kini pendapatan saya tidak bernilai jutaan Ringgit Malaysia, saya tetap senang dan bersyukur bisa membantu yang kurang mampu, terutama teman-teman tuna wisma," tutupnya.

Kisah Serupa, Artis Terkenal Ini Depresi Lalu Jadi Gelandangan Setelah Pacarnya Tewas

Duka tak berkesudahan akhirnya merenggut nyawa dara cantik mantan artis populer asal Thailand.

Dikutip dari Asia One, pada 24 Juli 2020 lalu, seorang gadis bernama Tai Manusanan Pandee (33) ditemukan meninggal oleh seorang kerabat yang sudah berusia 81 tahun.

Pandee sendiri merupakan mantan selebritis yang dulu amat populer di Thailand.

Potret Tai Manusanan Pandee dulu dan sekarang (Asia One)

Tiga belas tahun yang lalu, tepatnya ketika usia Pandee masih berbilang 20 tahunan, ia amat bersinar.

Namanya populer dan dikenal banyak orang.

Pandee adalah artis muda berbakat yang ketika itu mendapat banyak sorotan.

Ia berakting dalam banyak acara televisi, iklan, dan film.

Dua yang paling populer adalah sinema berjudul Noodle Boxer dan See How They Run.

Pandee juga pandai bernyanyi dan suara merdunya telah dikenal di kancah hiburan Bangkok.

Namun kehidupan Pandee berubah total setelah ia mengalami insiden kecelakaan.

Ketika itu Pandee tengah berkendara menggunakan mobil bersama pacarnya yang juga seorang penyanyi.

Mobil mereka lantas kecelakaan serius hingga menjadi penyebab pacar Pandee tewas.

Pandee yang menderita luka di kepala harus menerima kenyataan pahit kehilangan orang terkasih.

Bencana itu rupanya begitu berbekas dalam kehidupan Pandee.

Ia mengalami depresi karena kehilangan sang pacar selamanya.
 

Narkoba menjadi pelarian Pandee.

Sang artis sempat beberapa kali berurusan dengan polisi karena penyalahgunaan narkoba.

Pada 2016 dan 2018, sang aktris sempat dua kali masuk penjara karena mencuri dan mengonsumsi narkoba.

Tak hanya itu, sinar keartisan Pandee ikut meredup.

Gadis cantik yang dulunya populer itu bahkan hidup menggelandang di jalanan.

Tahun lalu, Pandee terekam menjadi gelandangan di pinggir jalan kawasan Chonburi.

Dengan kepala plontos, ia mengemis dan berbicara sendiri seperti orang yang kehilangan akal.

Potret Tai Manusanan Pandee dulu dan sekarang (Pattaya News)

Menurut The Thaiger, Pandee sempat tinggal bersama ibunya dalam masa-masa kejatuhan karir keartisannya.

Sang ibu diketahui bernama Usa Chankae.

Keduanya tinggal dalam satu rumah penampungan di wilayah Chonburi.

Namun sang ibu juga tak lepas dari masalah.

Suatu hari ia harus meninggalkan Pandee karena dipenjara.

Setelah kepergian ibunya, Pandee meminta untuk tinggal bersama Jan Kongkaew, paman Pandee yang sudah berusia 81 tahun.

Menurut Jan, seminggu sebelum Pandee meninggal, keponakannya memang sempat sakit.

Meski begitu, Pandee menolak dibawa ke rumah sakit.

Rasa sakit yang dirasakan Pandee berakhir ketika ia akhirnya ditemukan meninggal.

Pamannya menemukan Pandee sudah tak bernyawa di kediaman mereka.

Polisi kawasan Chonburi kini tengah dalam penyelidikan untuk mengetahui penyebab detail kematian sang artis. (*)

Sebagian artikel ini telah tayang sebelumnya di Serambi News dengan judul 'VIRAL Kisah Orang Kaya Berubah Jadi Gelandangan, Sempat Hidup Mewah dan Anak Gadis Kuliah di Prancis'

thumbnail

Ucapan Bocah; Kalau begini terus Aku ingin mati saja Bu,Tahan Sakit Setiap Batuk Tulangnya Patah

Ucapan Bocah; Kalau begini terus Aku ingin mati saja Bu,Tahan Sakit Setiap Batuk Tulangnya Patah

Ucapan Bocah; Kalau begini terus Aku ingin mati saja Bu,Tahan Sakit Setiap Batuk Tulangnya Patah

“Kalau begini terus, aku ingin mati saja, Bu,” kata Muhammad Fahri Asidiq, bocah yang masih berusia 11 tahun kepada ibunya, Sri Astati Nursani (32).

Kata-kata tersebut diucapkan Fahri sambil menyobek foto-foto masa kecilnya saat masih bisa berjalan normal. Ucapan pilu anaknya tersebut membuat Sri sangat sedih.

Kalimat pesimistis itu terlontar dari mulut bocah yang tinggal di Jalan Cipadung RT 02 RW 04, Kelurahan Cipadung, Kecamatan Cibiru, Kota Bandung. Sebab, dia sudah merasa tak tahan dengan rasa sakitnya di tulang.


“Kalau Fahri batuk, tulangnya pasti ada patah atau geser,” tutur Sri saat ditemui Kompas.com di kediamannya, Kamis (6/4/2017).

Sejak usia 4 tahun, tulang Fahri mendadak menjadi rapuh akibat mengidap penyakit osteogenesis imperfecta hingga tidak kuat lagi menopang berat tubuhnya sendiri. 

Penyakit ini yang membuat Fahri tidak mampu berjalan seperti anak normal pada umumnya.

Selain itu, tulang-tulangnya juga mudah patah.Sudah tidak terhitung jumlah tulang Fahri yang patah baik disengaja atau tidak.


Yang masih diingat oleh Sri di antaranya adalah 6 patahan di tulang rusuk depan, empat patahan di tulang kering dan sejumlah patahan di bahu kiri dan kanan, rusuk belakang, tangan kiri dan kanan, siku kiri dan kanan serta bagian paha.

“Kalau tulangnya ada yang patah Fahri pasti nangis karena tulangnya kan saling tumpang. Suaranya (tulang patah) pasti terdengar cukup keras. Waktu itu cuma kena mainan, patah,” kata Sri.


Saking seringnya mengalami patah tulang, Fahri terkadang menyembunyikan rasa sakitnya agar ibunya tidak khawatir dan cemas.

Diam-diam tulang yang patah diurutnya sendiri dengan tangannya hingga kembali tersambung seadanya.

“Biasanya kalau Fahri minta botol mau kencing, itu pasti ada apa-apa sama Fahri,” tuturnya.


Sri memiliki kesabaran yang cukup besar untuk merawat anaknya seorang diri setelah suaminya menceraikan perempuan itu saat usia Fahri masih berusia 4 tahun.

Setiap hari, Sri menjajakan tisu di lokasi-lokasi wisata di Kota Bandung. 

Dalam satu hari, Sri bisa menghasilkan Rp 200.000.

Setengah penghasilannya untuk biaya pengobatan, terapi dan perawatan Fahri, sementara setengahnya untuk makan sehari-hari.


Sri hanya bisa pasrah dan terus berupaya merawat anaknya.

“Dengan kondisi seperti ini, saya cuma berharap anak saya bisa diterima masyarakat dan disamakan dengan anak-anak lainnya,” harap Sri.

thumbnail

Syekh Ali Jaber Prediksi Ini yang Akan Terjadi Pasca Penghinaan Presiden Prancis

Syekh Ali Jaber Prediksi Ini yang Akan Terjadi Pasca Penghinaan Presiden Prancis

 

Syekh Ali Jaber Prediksi Ini yang Akan Terjadi Pasca Penghinaan Presiden Prancis


Pendakwah Syekh Ali Jaber turut angkat bicara terkait pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron. 

Dia menyinggung terkait penghinaan Presiden Macron terhadap Nabi Muhammad SAW di Prancis.

Syekh Ali percaya, apa yang terjadi di Prancis, tidak lama lagi akan dihadirkan hikmah oleh Allah dibandingkan kehinaan.


“Akan Allah hadirkan ribuan bahkan Insya Allah jutaan orang akan mengucapkan keimanan ‘Laailaha Illallah Muhammadur Rasulullah’ dan sikap akhlak yang mulia

yang bisa kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari,” kata Syekh Ali, dikutip dari laman PKS. 

Pernyataan itu disampaikan Syekh Ali saat mengisi tausiyah dalam Peringatan Maulid Nabi SAW di Kantor DPP PKS, Jakarta, Minggu (1/11/2020).

Syekh Ali menyebut, apa yang dilakukan Presiden Prancis memang melukai hati umat. Namun, Syekh Ali Jaber menyebut bisa jadi selama ini kita yang menyakiti Rasulullah dengan tidak bersatu.


“Kira-kira mana yang lebih parah? Menyakiti Rasulullah atau Prancis menyakiti kita?” tutur dia.

Dia ajak jamaah bersatu menanamkan kejujuran, menjaga kebersamaan dan kebersatuan. Menurutnya boleh ada beda pandangan, tetapi harus belajar saling menghormati.


“Tidak semua orang suka apa yang kita perjuangkan. Biarkan saja suara-suara yang ingin menjatuhkan,” ujar Syekh Ali.

(https://ratunews.ikhtisar.net)

Copyright © News and Design. All rights reserved.